Polisi Mengaku Masih Menunggu Kerugian Negara Oleh Pihak Auditor Kasus Korupsi Dana Kemah

Polisi Mengaku Masih Menunggu Kerugian Negara Oleh Pihak Auditor Kasus Korupsi Dana Kemah – Penyidik Tipikor Direktorat Reserse Kejahatan Privat Polda Metro Jaya udah memperoleh berapakah nominal kerugian negara atas aktivitas kemah serta apel Pemuda Islam Indonesia ini digelar di daerah Candi Prambanan, Jawa Tengah pada 16 serta 17 Desember 2017 waktu lalu. Dimana aktivitas ini diinisiasi oleh Kemenpora serta dilakukan oleh Pemuda Muhammadiyah berbarengan Pergerakan Pemuda (GP) Anshor.

” Ada kerugian negara. (Lebih kurang) Satu miliar lebih-lah, ” kata Direktur Reserse Kejahatan Privat Polda Metro Jaya Kombes Adi Deriyan di Polda Metro Jaya, Jumat (26/4) .

Walau begitu, Adi mengakui tetap tunggu kerugian negara oleh pihak auditor. Dikarenakan, dalam perkara ini pihak Tubuh Pemeriksa Keuangan (BPK) turut mengerjakan pengecekan.

” Kita udah bekerja sama dengan pihak auditor serta auditor udah mengerjakan audit, serta moga-moga hasil audit lapangan yg dilaksanakan auditor dengan pihak kita yakin kalau nilai kerugian negara sudah tetap, ” katanya.

Dari hasil semasing pihaknya, lanjut Adi, kedepannya bakal diserasikan. Hingga, bakal didapati pastinya banyaknya besar kerugian negara bakal acara itu.

” Kan kita berbarengan sama di Jogja. Saat ini di Jogja, jadi bila kelak itu oke, kan kita ajukan sejumlah hasil, hasil pengumpulan bukti-bukti, yg kita indikasikan jadi bentuk kerugian negara, nah saat ini pihak auditor mengerjakan penelusuran dengan cara langsung, kalau tak merta-merta cuma terima kabar dari penyidik, ” kata Adi.

Diketahui, aktivitas kemah serta apel Pemuda Islam Indonesia ini digelar di daerah Candi Prambanan, Jawa Tengah pada 16 serta 17 Desember 2017 waktu lalu. Aktivitas ini diinisiasi oleh Kemenpora serta dilakukan oleh Pemuda Muhammadiyah berbarengan Pergerakan Pemuda (GP) Anshor.

Polisi mencium ada penggelembungan data keuangan dalam laporan pertanggungjawaban (LPJ) Pemuda Muhammadiyah. Sampai selanjutnya polisi periksa belasan saksi di Yogyakarta serta dua orang dari pihak Pemuda Muhammadiyah ialah, Dahnil Anzar serta Ketua Panitia Kemah serta Apel Pemuda Islam Indonesia dari PP Pemuda Muhammadiyah Ahmad Fanani.