Nasib Penjaga Tol Pas Pembayaran Jadi Non Tunai

Agen Casino

Nasib Penjaga Tol Pas Pembayaran Jadi Non Tunai – Mekanisasi memang tidak dapat dibendung. Korbannya ialah manusia. Tempatnya sekarang diganti oleh mesin-mesin berteknologi tinggi.

Mekanisasi atau diketahui dengan arti robot gantikan peranan manusia pada lapangan pekerjaan telah mulai berlangsung di Indonesia.

Diantaranya pada pegawai penjaga gerbang tol. Pemerintah Indonesia putuskan untuk mengaplikasikan transaksi di semua pintu tol dengan non tunai. Dengan demikian, kedatangan penjaga tol juga tidak diperlukan.

Mekanisasi memang memberi faedah yang lumayan besar buat service serta keuntungan yang semakin besar tentu saja. Tetapi efek jeleknya manusia tersingkirkan. Permasalahan ini pasti harus selekasnya ditangani dengan penyediaan lapangan kerja yang seluas-luasnya buat beberapa pekerja yang terserang efek.

Lantas bagaimana nasib beberapa penjaga tol?

sudah mengontak beberapa operatol jalan tol baik perusahaan pelat merah atau BUMN atau swasta yang bekerja di tanah air. Seperti PT Layanan Marga (Persero), yang akui mempunyai program pemberdayaan pegawai yang terserang efek kebijaksanaan mekanisasi.

PT Layanan Marga sudah pernah mengutarakan jika aplikasi elektrifikasi pada gerbang tol memberi efek pada 1.351 penjaga gerbang tol. Corporate Secretary (Corsek) Layanan Marga Agus Setiawan menjelaskan, program pemberdayaan pegawai itu diberi nama Alife.

Mengenai, dalam program itu beberapa pegawai yang terserang efek mekanisasi diberi beberapa pilihan, dari mulai alife pertama geser jadi staf di kantor pusat. Ke-2, geser jadi staf di kantor cabang. Ke-3, jadi pegawai di anak usaha. Ke empat, jadi wiraswasta di rest ruang jalan tol punya perseroan. Ke lima, pensiun awal.

“Kita punyai program untuk jalan keluar elektrifikasi perlengkapan tol. Dinamakan Alife,” kata Agus pada detikFinance, Jakarta, Kamis (27/6/2019).

Aplikasi program transaksi non tunai di semua gerbang tol berlangsung pada Oktober 2017. Menurut Agus, manajemen Layanan Marga juga sudah tawarkan program Alife sebelum dan setelah aplikasi.

Selanjutnya Agus menyebutkan, banyak penjaga gerbang tol Layanan Marga yang telah geser sisi ke divisi lain seperti jadi admin, sampai kerja di training centre. “Beberapa yang telah senior ambil program pensiun dipercepat dengan diberi kursus wiraswasta serta stimulan,” tutur ia.

Hal sama dikerjakan oleh operator jalan tol swasta seperti PT Astra Infra Toll Road yang putuskan untuk membagikan petugas gerbang tol ke sisi lain. Head of Corporate Communication PT Astra Infra Toll Road Danik Irawati menjelaskan faksinya sampai sekarang ini masih membagikan penjaga gerbang tol ke sisi lain yang ada di kantor gerbang tol.

“Jika ngomong elektrifikasi kan tidak semua hilang, di gerbang tol kan ada pengawas itu kan ada yang dialirkan ke beberapa fungsi itu, ada yang dialirkan ke peranan lain. Pokoknya itu,” jelas Danik.

Sampai hingga ini, kata Danik manajemen Astra Infra Toll Road masih lakukan perpindahan buat penjaga gerbang tol ke peranan lain yang masih berada di sekitaran gerbang tol. Contohnya, ke sisi seperti pengawas gerbang tol, penjaga gerbang tol yang pekerjaannya membatu top up alias isi lagi saldo kartu elektronik, sampai menolong tap kartu pengendara mobil.

“Sampai sekarang ini masih semacam itu, masih didistribusikan ke peranan lain,” papar ia.

Walau beberapa operator jalan tol mempunyai kebijaksanaan buat beberapa pegawainya, tetapi pengamat kebijaksanaan publik Agus Pambagio memandang pemerintah harus gerak cepat menghadapi mekanisasi.

Agus menyebutkan, pemerintah harus menyiapkan lapangan kerja baru buat beberapa penjaga gerbang tol yang tidak bertahan di perusahaan awalnya. Ditambah lagi pemerintah saat ini telah menggembar gemborkan masalah industri 4.0 yang serba digital.

“Ya kan jika pemerintah tujuannya telah kesana harus mempersiapkan resiko diantaranya SDM ini ingin dikemanakan,” kata Agus.

Menurut Agus, pemerintah harus selekasnya percepat program sekolah vokasi untuk tingkatkan kemampuan atau ketrampilan SDM sesuai keperluan industri.

“Karena itu dengan vokasi banyak tumbuh pekerjaan baru, jadi bukan menyiapkan tetapi membuat lapangan kerja baru, kan banyak pekerjaan kreatif,” papar ia.