Kasihan! Nenek Ini Mengidap Kusta dan Terpaksa Tinggal Sendiri di Rumahnya

Kasihan! Nenek Ini Mengidap Kusta dan Terpaksa Tinggal Sendiri di Rumahnya – Telah 40 tahun Rubiah menyandang kusta. Serta sebab kondisinya itu, dia terpaksa sekali hidup sendirian di tempat tinggalnya, Dusun Balongan, Desa Pulosari, Kecamatan Jambon saat 25 tahun.

Tidak banyak kesibukan yg dijalankan Rubiah. Tiap-tiap hari, dia cuma sekedar duduk dalam rumah petak simpel mempunyai ukuran 5 x 10 mtr. persegi itu.

” Rata-rata kan jemu dalam kamar. Keluar kamar melalui cara mengesot. Kakinya telah tidak dapat buat jalan, ” papar satu diantaranya saudaranya, Munajat waktu dijumpai di area, Selasa (30/10/2018) .

Munajat memasukkan, memang wanita berumur 75 tahun itu baru kehilangan potensinya buat berjalan lebih kurang 1bulan terakhir. Tetapi Rubiah mengusahakan buat dapat menggerakkan badannya, meski mesti ngesot.

Tidak hanya kusta, Mbah Rubiah pun menyandang penyakit berbeda. Salah satunya mata samping kanan yg menganga berwarna merah, tetapi bola matanya berwarna putih. Di kepala belakang sisi kanannya pun ada tonjolan, bahkan juga mulutnya mengerut ke samping.

” Jari tangan serta kaki telah habis terkena kusta, bahkan juga ada sejumlah luka kusta yg belum pula jadi kering, ” jadi Munajat.

Tidak cuma kondisinya yg mengenaskan, rumah Rubiah memang merupakan rumah ‘pinjaman’. Pemilik rumah merupakan tetangganya yg berbaik hati membikinkan hunian simpel buat dihuni Rubiah serta ibunya.

Isi rumah ini pun seadanya, bahkan juga perabotannya jauh dari kata wajar. Cuma ada 1 dipan, 1 meja, 1 bangku serta 1 tungku kompor buat memasak.

Biarpun demikian, beberapa tetangga pun berbaik hati membantu Rubiah, meskipun tak menjaga dengan cara langsung. Masyarakat bergantian berikan makan mbah Rubiah.

” Dahulu cocok masihlah dapat berjalan, orang rata-rata memberi uang senantiasa buat berbelanja. Diolah sendiri, saat ini tidak dapat. Jadi diberi makanan langsung dikonsumsi, ” tutur Munajat.

Karena sisa luka kusta yg belum pula jadi kering, sering Mbah Rubiah tak mau memakai busana sebab takut lukanya tersentuh kain serta rasakan sakit.

” Jadi kalaupun dalam rumah jarang gunakan busana, soalnya merintih sakit kalaupun dipakaikan busana, ” susulnya.

Di tanya masalah adanya obat, Munajat mengatakan cuma berikan obat seadanya seperti salep serta antiseptik yg dibeli di apotek.

” Rata-rata saya belikan di apotek. Saya sendiri tidak tahu obatnya apakah, ” katanya.