Harvey Membunuh Ibu Mertuanya

Harvey Membunuh Ibu Mertuanya – Harvey yang tinggal dalam rumah itu, juga disangka membunuh ibu mertuanya, Beverley Quinn (73) , yang datang dalam rumah itu esok harinya. Pembunuhan disangka berlangsung minggu waktu lalu.

Komisioner Polisi Australia Barat, Chris Dawson, mengatakan tak ada senjata api yang diperlukan dalam pembunuhan ini. Polisi yakini Harvey mengerjakan laganya dengan memakai beberapa senjata termasuk juga ‘sejumlah benda tumpul serta beberapa pisau’.

” Kami mengira jika pembunuhan ini berlangsung dalam tempo dua hari, ” ucap Dawson pada wartawan. ” Sang ibu, Mara serta tiga anaknya semua dibunuh pada tanggal 3 (September) serta Nyonya Quinn dibunuh esok paginya, ” timpalnya.

Lantaran ingin tahu, Slamet menyebut Poniran, (48) , penduduk yang beda. Mereka berdua lalu memberikan laporan apakah yang mereka lihat ke kepala Dusun ditempat. Saling bersama mereka membawa mayat bayi yang diduga boneka itu. Sehabis diangkat nyatanya bayi tiada kaki serta tangan.

Atas perjanjian bersama dengan, mayat bayi itu sudah sempat disemayamkan di TPU ditempat. Saat yang sama Kepala Dusun ditempat memberikan laporan peristiwa itu ke Polsek Tegaldlimo. Dapatkan laporan penduduk, petugas langsung mendatangi area. Mayat bayi yang udah disemayamkan digali lagi untuk dibawa ke RSUD Blambangan.

” Untuk kebutuhan penyidikan serta sadari yang menimbulkan kematiannya, mayat bayi itu di kirim ke RSUD Blambangan untuk dikerjakan otoupsi, ” tukasnya.

Mengenai beberapa ciri dari bayi itu sejenis kelamin laki, panjang tubuh lebih kurang 45 cm, situasi pusar udah diputus, mempunyai rambut, tiada tangan serta kaki. Sekarang Polisi masih tetap mengerjakan penyelidikan. Beberapa saksi berkenaan peristiwa ini sekarang tengah diminta info.

Bayi Yang Dibuang, Tangan Serta Kakinya Disangka Dimutilasi

Mayat bayi yang diketemukan di kolam lele, di desa Kedungasri, Kecamatan Tegaldlimo, disangka adalah korban mutilasi. Menurut pengecekan medis, diketemukan sisa sayatan pada sisi yang menghubungkan tangan, kaki dengan tubuh. Polisi sekarang masih tetap mencari potongan tangan serta kaki mayat bayi lelaki yang malang itu.

Kapolsek Tegaldlimo, AKP Priyono menuturkan, sehabis sadari tangan serta bayi itu tak ada, pihaknya akan memutus untuk kuras kolam lele itu. Maksudnya adalah untuk mencari potongan tangan serta kaki bayi itu.

” Sehabis kolam kami menguras nyatanya tak diketemukan potongan kaki serta tangan bayi itu, ” tutur Priyono pada wartawan.

Hal seperti ini mengakibatkan perkiraan bayi ini menyengaja dimutilasi oleh orang yang membuangnya. Ditambah lagi sehabis disaksikan dengan cara teliti, diketemukan sejenis sisa sayatan pada pangkal lengan serta tangan bayi itu. Tetapi ini masih tetap hanya perkiraan yang masih tetap akan teruslah didalami serta dikerjakan penyelidikan selanjutnya.

Lebih jauh diterangkan, mayat bayi itu disangka kuat menyengaja dibuang ke kolam lele itu. Lihat kondisinya, diprediksikan bayi itu udah dibuang ke kolam, itu lebih dari satu hari.

” Kalaupun perkiraan petugas medis, peluang udah dibuang lebih kurang tiga hari, ” jelasnya.