Ancaman Hukuman Mati Suratman Setelah Membunuh Istrinya Pakai Pisau

Ancaman Hukuman Mati Suratman Setelah Membunuh Istrinya Pakai Pisau – Selesai dirawat sepanjang satu minggu di PKU Muhammaddiyah Wonosobo, Suratman (45) Warga Rojoimo Wonosobo yang tidak berhasil bunuh diri, dibawa ke Mapolres untuk sistem penyidikan, Kamis (14/12) . Satu pekan lantas, Kamis (7/12) , Suratman menusuk perutnya sendiri dengan sebilah pisau, sesudah menghabisi istrinya di warung makan di Jalan Raya Kertek-Kalikajar, Ngadiwongso.

Latar belakang pembunuhan itu, tersangka sakit hati ditalak cerai oleh istrinya, Walimah (40 Th) , warga Ngadiwongso Kalikajar. Waktu itu, Suratman menusuk korban sejumlah 3 kali dibagian dada serta perut memakai pisau dapur yang disembunyikannya dibalik jaket.

Kasat Reskrim Polres Wonosobo, AKP Edi Istanto, menyebutkan, sistem penyidikan pada tersangka telah dikerjakan di PKU Muhammaddiyah. Penyidik lakukan jemput bola sesudah memperoleh laporan kalau tersangka sadar serta telah dapat berkomunikasi. Tersangka dibawa ke Mapolres untuk lengkapi berkas kontrol serta untuk keamanan tersangka tersebut.

” Berdasarkan penjelasan Dokter, tersangka telah dinyatakan sehat serta dapat dikerjakan rawat jalan, ” terang AKP Edi, Kamis (14/12)

Waktu disinggung tentang keinginan keluarga korban yang memohon hukuman mati, Edi menyebutkan tidak dapat mengambil keputusan hukuman apa yang juga akan di lakoni tersangka.

Walau demikian tersangka yang sudah lakukan tindak pidana kekerasan dalam rumah tangga serta menyebabkan istrinya wafat dunia dijerat sesuai sama pasal 44 ayat (3) Undang-undang RI nomor 23 th. 2004 mengenai Penghilangan Kekerasan dalam Tempat tinggal Tangga (PKDRT) jo pasal 340 KUH Pidana mengenai pembunuhan merencanakan.

” Ancaman maksimum hukuman mati, ” tuturnya